hidup untuk maju bukan untuk diam
Mei 2004,
Namaku nia siti novianti, lahir di karawang 28 juli tahun 1999. Anak kedua dari 2 bersaudara saat itu dan aku masih duduk di bangku TK islam di daerahku. Lahir di keluarga kecil dengan senyum yang selalu terlintas di kehidupanku bersama kaka serta kedua orang tua.
Maret 2005,
Senyumku berganti rasa bingung karena tak tahu apa yang terjadi dalam keluargaku itu. Lama semakin lama waktu berjalan senyumku mulai benar-benar sirna semenjak aku di titipkan di pesantren milik adik nya bapa. Saat itu aku hanya sebentar memang berada di pesantren karena aula pesantren kuhancurkan dan benar-benar buat onar disana. Jika ditanya kenapa nia gtu? Ya karna nia ga mau pisah dengan mereka.
Seeorang anak bungsu yang berumur 4 1/2 tahun harus d hadapkan di situasi harus memilih. Sampai akhirnya nia ikut bapa. Ga berhenti disitu semakin hari nia dan kaka nia semakin kacau ga karuan.
Selama hampir 1 tahun nia oper sepeti bola yang gak tau akan goals dimana bola tersebut.
Saat nia ada di kubu bapa nia suruh benci keluarga mmh nia dan jika melawan yah gak akan di anggap anak, sebaliknya jika nia ada di kudu mamah yah hal sama terjadi namun nia di suruh pulang wae ke keluarga bapak. Lantas... siapa yang mau ngurus nia?
Juli 2006,
Nia masuk sekolah di SD Pangulah selatan 1,, Nia siti novianti anak ga keurus yang ngurus segala sesuatu sendiri dan akhirnya pake pengasuh buat nganter-nganter ke sekolah karena jamannya penculikan! Padahal mah biarin aja geh gua di culik.
Semakin hari nia coba bergaul dengan lingkungan baru dan alhasil nia dikucilkan oleh semua anak kecil perempuan termasuk bibi nia sendiri. Saat itu nia cuma ikut main sama kaka nia dan lama-lama nia jadi tukang ribut tukang nonjokin orang lain karena di situ anak cewe cuma nia aja dan nia bebas mau ribut sama siapa aja.
Masih di tahun yang sama. Nia punya adik karena katanya mmh pas cerai itu lagi ngandung adik yang pertama. Nia siti novianti seeorang anak umur 6 1/2 tahun harus berubah menjadi ibu serta merubah pola pikir anak-anak dan kehilangan masa indah main. Kerjaan nia saat itu setiap pulang sekolah yah ngurus adik nyuci baju satu keluarga dan banyak hal yang seharusnya belum nia kerjakan.
Mei 2008,
Saat itu nia punya sahabat dan org tuanya sudah ku anggap seperti orang tua sendiri namanya echa listianti dan firda yulita. Mereka sahabat pertamaku namun di tahun yang sama pula mereka dan keluarganya harus pindah ke kalimantan dan ke subang serta di sinilah awal hingga puncak kebencianku terhadap diriku. Karena menurutku allah gak adil kenapa rebut semua kebahagiaan yang nia punya. Kenapa saat nia tenggelam di kolam dulu ga langsung cabut aja nyawa nia.
Saat itu kehidupan nia serta kaka berubah 360 derajat. Kaka nia berubah menjadi pemberontak dengan hobi ikut balapan liar.
Kehidupan nia sendiri makin di batasi karena harus mengasuh adik dan kamu tahu yang nia beci dari semua itu setiap siang nia ga boleh ngaji kalopun ngaji nia d marahin sama sodara nia karna ga jaga adik nia, dan malemnya nia di hukum sama guru ngaji nia berdiri lama, bersihin wc, hormat sama setiap org yang lewat depan pesantren, dan setiap pulang ngaji yah tangan serta kaki nia memar sampe dan itu benar-benar sakit karna di pukul pakai stik drum sama gagang sapu nyampe gagangnya patah.
Dulu waktu nia masih di rumah sodara. Nia tdr d kamar belakang bekas gudang yang sering kebanjiran. Dengan ubin yang masih tanah dan gak pake ranjang, cuma dipan yang alas dengan kasur kecil dan hampir setiap hari nia nangis, dulu nia ga punya lemari buat nyimpen baju. Nia cuma d kasi bekas lemari akuarium besar yang d taruh d pojok kamar. Tidur dengan kesedihan, berharap mimpi berakhir dan berubah indah. Namun itu cuma angan kecil nia seeorang anak yang setiap malem nyiapin buku bekas untuk nia duduk d lantai sambil menatap ke arah pintu berharap kehidupan nia berakhir.
Maret 2010, kebencian nia rasa sakit nia selama bertahun-tahun memuncak hari itu mmh nia dateng ke sekolah dan alhasil gua ga ngakuin dia sebagai mamah lagi. Kemana dia saat nia sakit saat nia di bilang seuseut hirup (susah hidup) jujur kalo boleh nia minta sama tuhan hari itu satu aja misalkan d kabulkan. Nia pengen mati hati itu tujuan hidup ga terarah. Temen nia cuma buku kecil yang nia potong menjadi 2 bagian dan itulah diary pertama nia dengan isi rasa kebencian terhadap diri nia sendiri.
Nia lupa tahun berapa nia mulai kenal yang namanya rokok. Tapi jujur itu cuma pelarian nia seorang anak SD dengan mimpi yang udah pudar, Dengan hati yang udah hancur, serta dengan kehidupan yang mulai gak ada harganya dalam hidup karena yang nia pengen saat itu adalah kematian. Dulu nia gabung sama anak slanker dan mereka yang mulai kasi nia warna di hidup nia yang saat itu benar-benar gak punya warna sana sekali. Mereka pemake narkoba, mereka peminum miras tali mereka ga pernah ajak nia untuk ikut sama mereka yah biarpun dulu pernah salah minum ciu sih tapi untungnya belum ketelen karena keburu di kasi tahu.
Saat nia nyeleweng nia pasti di ingetin sama mereka. Disitu nia mulai bangkit dari keterpurukan nia selama bertahun-tahun dan nia masih inget sama kata kaka"an nia ^^hamun aya nu wani nganyenyeri maneh ngmng ka aa. Beak poe iyeu keneh ge^^
Nia bahagia punya tmn kaya mereka biarpun saat itu nia d tentang sama tmn" yang lain karena menurut mereka gua tmnan sama org yang salah. Taoi bagi nia engga pengalaman nia saat dulu itu sangat berharga. Sampai akhirnya kami jalan masing-masing karena banyak konflik gara-gara pacaran
Semester awal kls 9 SMP.
Nia mulai ngrasain jatuh cinta. Yang bukan untuk mainan dan itu untuk pertama kalinya karena biasanya nia cuma mainin org aja tanpa mikirin prasaannya. Sampai akhirnya nia sayang sama dia trus jadian trus putus sama dia dan itu real rasa sayang yang amat sayang ga dibuat-buat dan bukan untuk mainan nia aja.
Sampai sekarang rasa itu masih ada belum berkurang sedikitpun.
Nia itu butuh dia karena nia ngedapetin apa yang nia cari serta apa yang nia pengen dari dulu dari masih kecil, yaitu rasa sayang serta rasa dilindungi nia cuma butuh itu makanya saat ada di deket dia nia ngrasa nyaman banget.
Sampai kapanpun nia akan coba memperjuangkan dia.
Kalo pun gagal ya ga papa.
Untuk apa memaksa karena nia cuma mempertahankan serta memperjuangkan.
GOALSnya biarkan dia serta tuhan yang ngasih jawabanny.
Namaku nia siti novianti, lahir di karawang 28 juli tahun 1999. Anak kedua dari 2 bersaudara saat itu dan aku masih duduk di bangku TK islam di daerahku. Lahir di keluarga kecil dengan senyum yang selalu terlintas di kehidupanku bersama kaka serta kedua orang tua.
Maret 2005,
Senyumku berganti rasa bingung karena tak tahu apa yang terjadi dalam keluargaku itu. Lama semakin lama waktu berjalan senyumku mulai benar-benar sirna semenjak aku di titipkan di pesantren milik adik nya bapa. Saat itu aku hanya sebentar memang berada di pesantren karena aula pesantren kuhancurkan dan benar-benar buat onar disana. Jika ditanya kenapa nia gtu? Ya karna nia ga mau pisah dengan mereka.
Seeorang anak bungsu yang berumur 4 1/2 tahun harus d hadapkan di situasi harus memilih. Sampai akhirnya nia ikut bapa. Ga berhenti disitu semakin hari nia dan kaka nia semakin kacau ga karuan.
Selama hampir 1 tahun nia oper sepeti bola yang gak tau akan goals dimana bola tersebut.
Saat nia ada di kubu bapa nia suruh benci keluarga mmh nia dan jika melawan yah gak akan di anggap anak, sebaliknya jika nia ada di kudu mamah yah hal sama terjadi namun nia di suruh pulang wae ke keluarga bapak. Lantas... siapa yang mau ngurus nia?
Juli 2006,
Nia masuk sekolah di SD Pangulah selatan 1,, Nia siti novianti anak ga keurus yang ngurus segala sesuatu sendiri dan akhirnya pake pengasuh buat nganter-nganter ke sekolah karena jamannya penculikan! Padahal mah biarin aja geh gua di culik.
Semakin hari nia coba bergaul dengan lingkungan baru dan alhasil nia dikucilkan oleh semua anak kecil perempuan termasuk bibi nia sendiri. Saat itu nia cuma ikut main sama kaka nia dan lama-lama nia jadi tukang ribut tukang nonjokin orang lain karena di situ anak cewe cuma nia aja dan nia bebas mau ribut sama siapa aja.
Masih di tahun yang sama. Nia punya adik karena katanya mmh pas cerai itu lagi ngandung adik yang pertama. Nia siti novianti seeorang anak umur 6 1/2 tahun harus berubah menjadi ibu serta merubah pola pikir anak-anak dan kehilangan masa indah main. Kerjaan nia saat itu setiap pulang sekolah yah ngurus adik nyuci baju satu keluarga dan banyak hal yang seharusnya belum nia kerjakan.
Mei 2008,
Saat itu nia punya sahabat dan org tuanya sudah ku anggap seperti orang tua sendiri namanya echa listianti dan firda yulita. Mereka sahabat pertamaku namun di tahun yang sama pula mereka dan keluarganya harus pindah ke kalimantan dan ke subang serta di sinilah awal hingga puncak kebencianku terhadap diriku. Karena menurutku allah gak adil kenapa rebut semua kebahagiaan yang nia punya. Kenapa saat nia tenggelam di kolam dulu ga langsung cabut aja nyawa nia.
Saat itu kehidupan nia serta kaka berubah 360 derajat. Kaka nia berubah menjadi pemberontak dengan hobi ikut balapan liar.
Kehidupan nia sendiri makin di batasi karena harus mengasuh adik dan kamu tahu yang nia beci dari semua itu setiap siang nia ga boleh ngaji kalopun ngaji nia d marahin sama sodara nia karna ga jaga adik nia, dan malemnya nia di hukum sama guru ngaji nia berdiri lama, bersihin wc, hormat sama setiap org yang lewat depan pesantren, dan setiap pulang ngaji yah tangan serta kaki nia memar sampe dan itu benar-benar sakit karna di pukul pakai stik drum sama gagang sapu nyampe gagangnya patah.
Dulu waktu nia masih di rumah sodara. Nia tdr d kamar belakang bekas gudang yang sering kebanjiran. Dengan ubin yang masih tanah dan gak pake ranjang, cuma dipan yang alas dengan kasur kecil dan hampir setiap hari nia nangis, dulu nia ga punya lemari buat nyimpen baju. Nia cuma d kasi bekas lemari akuarium besar yang d taruh d pojok kamar. Tidur dengan kesedihan, berharap mimpi berakhir dan berubah indah. Namun itu cuma angan kecil nia seeorang anak yang setiap malem nyiapin buku bekas untuk nia duduk d lantai sambil menatap ke arah pintu berharap kehidupan nia berakhir.
Maret 2010, kebencian nia rasa sakit nia selama bertahun-tahun memuncak hari itu mmh nia dateng ke sekolah dan alhasil gua ga ngakuin dia sebagai mamah lagi. Kemana dia saat nia sakit saat nia di bilang seuseut hirup (susah hidup) jujur kalo boleh nia minta sama tuhan hari itu satu aja misalkan d kabulkan. Nia pengen mati hati itu tujuan hidup ga terarah. Temen nia cuma buku kecil yang nia potong menjadi 2 bagian dan itulah diary pertama nia dengan isi rasa kebencian terhadap diri nia sendiri.
Nia lupa tahun berapa nia mulai kenal yang namanya rokok. Tapi jujur itu cuma pelarian nia seorang anak SD dengan mimpi yang udah pudar, Dengan hati yang udah hancur, serta dengan kehidupan yang mulai gak ada harganya dalam hidup karena yang nia pengen saat itu adalah kematian. Dulu nia gabung sama anak slanker dan mereka yang mulai kasi nia warna di hidup nia yang saat itu benar-benar gak punya warna sana sekali. Mereka pemake narkoba, mereka peminum miras tali mereka ga pernah ajak nia untuk ikut sama mereka yah biarpun dulu pernah salah minum ciu sih tapi untungnya belum ketelen karena keburu di kasi tahu.
Saat nia nyeleweng nia pasti di ingetin sama mereka. Disitu nia mulai bangkit dari keterpurukan nia selama bertahun-tahun dan nia masih inget sama kata kaka"an nia ^^hamun aya nu wani nganyenyeri maneh ngmng ka aa. Beak poe iyeu keneh ge^^
Nia bahagia punya tmn kaya mereka biarpun saat itu nia d tentang sama tmn" yang lain karena menurut mereka gua tmnan sama org yang salah. Taoi bagi nia engga pengalaman nia saat dulu itu sangat berharga. Sampai akhirnya kami jalan masing-masing karena banyak konflik gara-gara pacaran
Semester awal kls 9 SMP.
Nia mulai ngrasain jatuh cinta. Yang bukan untuk mainan dan itu untuk pertama kalinya karena biasanya nia cuma mainin org aja tanpa mikirin prasaannya. Sampai akhirnya nia sayang sama dia trus jadian trus putus sama dia dan itu real rasa sayang yang amat sayang ga dibuat-buat dan bukan untuk mainan nia aja.
Sampai sekarang rasa itu masih ada belum berkurang sedikitpun.
Nia itu butuh dia karena nia ngedapetin apa yang nia cari serta apa yang nia pengen dari dulu dari masih kecil, yaitu rasa sayang serta rasa dilindungi nia cuma butuh itu makanya saat ada di deket dia nia ngrasa nyaman banget.
Sampai kapanpun nia akan coba memperjuangkan dia.
Kalo pun gagal ya ga papa.
Untuk apa memaksa karena nia cuma mempertahankan serta memperjuangkan.
GOALSnya biarkan dia serta tuhan yang ngasih jawabanny.

Komentar
Posting Komentar